|
Video yg gue juga upload di youtube, street perfomance Shuffle Taekwondo Style, ini waktu gue catch up di salah satu district di Seoul, korea. keren abiss pokoknya :’)
Tagged as:
seoul,
La Tour Eiffel Sunset Paris, Mei 2012
Jardin du Luxembourg Paris, Mei 2012 Tagged as:
paris,
Musee de Louvre Paris, Mei 2012
Ini mungkin moment yang paling mbois dari kunjungan saya ke Belanda dan Eropa minggu lalu, yah, biasalah kalau akan kuliah dan kerja ke negeri orang, pasti ribet. Oke langsung saja, Pada saat itu Aku sedang mengantri untuk beli Kentang Manneken Pis. Tidak jauh dari tempat Aku mengantri, terdapat segerombalan orang yang sedang mengamati sesuatu. Aku pun berpikir mungkin itu hanya orang ngamen atau performance art biasa. Tapi lama kelamaan, orang-orang yang berdatangan menuju tempat tersebut semakin banyak. Dan anehnya, gak ada suara musik sama sekali. Makin penasaran dong. Akhirnya, aku bela-belain keluar antrian dan menuju tempat orang-orang tersebut. Aku pun berdesak-desakan untuk mengetahui apa sih sebenarnya yang menjadi pusat perhatian itu. Setelah berhasil berada di barisan terdepan, akhirnya aku mengetahui bahwa yang menjadi sorotan hingga dapat mendatangkan banyak orang tersebut adalah : Orang yang Terbang Dengan Tongkat Ajaibnya ! Asli, aku sangat-sangat terkejut dibuatnya. Ada-ada aja ya performance art yang satu ini.. Amsterdam, Netherlands “Meet new people, and create a new profile. get bored, GO !! and search another field. that’s such a nomaden life of me.”
Brain and Experience Stuff
Potomac River. Washington D.C, Februari 2012 Sydney and Adelaide. Kemarin, jalan-jalan pas Public Holiday. Semuanya tutup. Tagged as:
sydney and adelaide australia,
“Semua orang terlahir dengan kutukan strata sosial. Namun, itu bukan alasan menjadi abadi. atas-bawah akan berpindah.”
Brain and Experience stuff (the life cycle). “Sekarang terpikir, jika aku tidak akan pernah bisa berhenti untuk berlari. Bila merasa lelah, aku akan berjalan. atur nafas, lalu kembali berlari lagi. Aku hidup, berhenti hanya untuk mati.”
The Worst Guy “Alhamdulillah, gw gak nyasar”. Ya, mungkin itulah kata-kata yang pertama kali gw ucapkan setelah tiba di Zuoying Station, Kaohsiung. Gw ga tau harus bilang apalagi atas keberhasilan ketidaknyasaran gw ini. Bayangkan, ini adalah kali pertamanya gw go abroad sendirian. Gak ada partner, temen, atau bahkan kelurga yang nemenin gw. Apalagi kita tahu kan bahwa negara Taiwan itu bahasanya adalah Bahasa China Tradisional. Bahasa yang sama sekali gak gw ngerti. Tapi, berkat doa teman-teman dan orang tua, dan dengan bermodalkan kata “Xie Xie”, gw akhirnya berhasil sampai tujuan dengan selamat. *sujud syukur* Okey, sekarang mari kita flashback. Sampai di bandara Soekarno-Hatta, setelah urus ini urus itu„ gw pun langsung meluncur ke boarding room.. seorang diri. Ya, seorang diri. Dengan masang muka ‘sok-biasa-aja-sekakan-gak-nervous-sama-sekali’, gw pun mulai melakukan pencarian kawan. Iya, kawan yang mungkin nantinya bisa bantu gw at least bisa ngasih petunjuk jalan pas udah di negeri Republik China. Atau mungkin nyari temen seperjuangan yang sama-sama berkelana ke negeri orang. Tapi.. kenyataan berkata lain. Pertama, orang yang duduk di sebelah gw, yang tadinya mau gw tepuk dan ajak ngobrol, tiba-tiba dia jawab telepon dan.. ngomong pake Bahasa Mandarin. Oh, tidak. Di otak gw langsung berasumsi bahwa dia bukan orang indonesia dan gak bisa ngomong bahasa Indonesia. Kedua, orang yang duduk tepat di depan gw. Pas gw mau sapa, tiba-tiba datang beberapa orang menghampiri dia dan.. mereka saling bertegur sapa pake Bahasa Mandarin juga ! Ah, tidak. Di otak gw langsung berasumsi yang sama. Dan pada saat itu, planning pencarian kawan di boarding room dinyatakan gagal.. Dalem hati :”Tenang, masih ada kesempatan di dalem pesawat. Hehe..” Menuju ke dalem pesawat.
Pertama, gw bersyukur banget liat tiket gw yang nunjukin kalo gw berada di bagian aisle. Sip, posisi sudah manteb, dan sekarang adalah tinggal siapa yang duduk di sebelah gw. Dan gimana caranya gw menyuksekan rencana pencarian kawan seperjuangan gw. Gw pun bergegas menuju seat gw di 26D. Gw langsung duduk. Masukin tas ke bagasi atas. Ambil buku buat bacaan sama sweater. Nyalain TV. Dan posisi udah pewe abis. Tapi, sebelah gw masih kosong. “Oh, mungkin telat kali ya orangnya”, dalem hati gw. Beberapa menit kemudian. Bangkunya masih kosong. Sambil megang buku dan ngedengerin lagu pake headset, gw masih memandang bangku yang masih kosong. Gw liat kiri gw, bangkunya kosong juga. Kanan juga masih kosong. Dari loud speaker tiba-tiba ngasih tau kalo pesawat bentar lagi mau take off. Resmi deh gw cabut bener-bener ‘sendiri’. Gw menyimpulkan kalo gak banyak orang dari Indonesia yang pergi ke Republik China, dan bersama pada saat itu juga menandakan kegagalan rencana pencarian kawan seperjuangan di dalem pesawat. Dalem hati (lagi): “Tenang, kan masih ada kesempatan pas sampe Hongkong. Hehe..” ucap gw dalem hati sambil ngehibur diri sendiri. Hehehe.. Me and My Mom Yup, bayi kecil yang lagi digendong dan liat kamera itu adalah gue. Gue di tempo Dua-puluh-dua tahun yang lalu. Lucu, tampan, kecil, mungil, dan rambut lurus adalah sifat yang menggambarkan gue. Dulu tapi, bukan sekarang. hehehe. FYI, this is my favorite picture :D “Aku budak bagi mimpi-mimpiku, ide-ideku dan gagasan-gagasanku. Itu saja.”
The Worst Guy |